Moving Averages (MA) adalah pergerakan rata-rata harga penutupan dalam suatu periode tertentu.Dengan MA kita dapat melihat trend harga yang terjadi.
Bila MA bergerak ke atas berarti trend sedang naik dan begitu pula sebaliknya.
Bila harga menembus MA berarti trend sedang berubah.
MA dapat digunakan untuk menentukan arah trend, untuk menentukan proteksi, untuk masuk atau keluar (entry maupun exit) untuk meratakan (smoothing) gerakan-gerakan harga yang terlalu kasar, untuk sinyal konfirmasi dengan menggunakannya sebagai sinyal CrossOver,dsb.
Fungsi MA adalah meratakan gerakan pasar yang fluktuatif dan mengidentifikasikan arah pergerakan harga, juga dengan MA bisa menunjukan kekuatan trend dari kecuraman dari sudut garisnya.


Semakin pendek periode waktu yang digunakan semakin cepat MA memberikan indikasi perubahan trend tetapi semakin sering terjadi salah prediksi (false signal).
Semakin panjang periode waktu yang digunakan semakin lambat MA memberikan indikasi perubahan trend tetapi dapat mengurangi kesalahan prediksi.
Karenanya sering digunakan lebih dari satu periode MA.
Panjang pendek periode yang digunakan tergantung pada tujuan investasi jangka panjang atau pendek.
Moving Averages ada beberapa macam:
1. Simple Moving Averages (SMA)
2. Exponential Moving Averages (EMA)
3. Weighted Moving Average (WMA)
SMA : lebih halus mengurangi fake signal, deteksi lebih lambat sesuai kejadian sebelumnya.
EMA : deteksi cepat sesuai dengan kejadian saat ini, sering terjadi false signal.
Prinsip dasarnya sama hanya beda perhitungan saja.
Ada beberapa kegunaan dari SMA.:
1. Menentukan trend yang akan terjadi.
2. Menentukan titik support dan resistance.
3. Memuluskan indikator lain yang terlalu bergerigi.

Dengan penggunaan dua SMA dengan dua periode yang berbedakita dapat lebih akurat lagi memprediksikan kemana harga akan bergerak.
Apabila telah terjadi perpotongan antara harga dengan kedua SMA maka akan dipastikan harga akan berubah arahnya.
SMA dihitung dengan cara menambahkan harga yang akan dihitung kemudian dibagi dengan periode lama waktunya.
Harga yang dihitung biasanya adalah harga Close.
Tapi bisa juga harga High, Low, atau ratarata dari ketiganya.
penggunaan SMA untuk membaca trend dalam bentuk tabel sbb:
Secara keseluruhan, peraturan pada EMA adalah sama seperti pada SMA karena memang cara perhitungannya sama hanya memiliki perbedaan pada pembobotan nilai saja.
Penggunaan EMA untuk membaca trend dalam bentuk tabel sbb:
Pertanyaan pertama yang timbul di benak kita adalah apakah perbedaan SMA dengan WMA?
Tentu saja ada perbedaannya.
Cukup berbeda sehingga diklasifikasikan menjadi dua bagian.
Tidak cukup banyak berbeda sehingga nama mereka mirip karena menggunakan metodologi yang sama, hanya caranya yang berbeda.
Bayangkan begini: Manakah harga yang memiliki bobot penekanan yang lebih besar dalam memprediksi harga didepan, harga satu jam terakhir yang kita miliki atau harga dua bulan lalu yang kita miliki? Tentu saja yang satu jam terakhir. Paling tidak pergerakan harga tidak satu jam terakhir akan lebih representatif dalam memprediksi harga didepan apabila dibandingkan dengan harga dua bulan yang lalu.
Atau jika kita aplikasikan dengan kehidupan sehari-hari, ambillah kita akan membeli sebuah telepon genggam.
Tentu saja kita akan mencari tahu harga telepon genggam tersebut dalam rentang waktu terakhir.
Nah, mungkin kita akan lebih memperhatikan harga satu hari yang lalu dibandingkan harga dua minggu yang lalu karena menurut hemat kita pastilah pergerakan harga tidak akan berbeda jauh dengan harga satu hari lalu.
Bobot penilaian inilah yang diatur oleh WMA. Pada SMA, bobot setiap harga baik dua minggu lalu atau pun dua hari yang lalu memiliki bobot penilaian yang sama.
Pada WMA data terakhir memiliki bobot yang lebih besar nilainya dibandingkan harga-harga sebelumnya.
Pembobotan nilai pada WMA akan tergantung pada panjang periode yang kita tetapkan.
Semakin panjang periode yang ditetapkan, maka semakin besar pula pembobotan yang diberikan pada data terbaru.
Jika Anda adalah seorang yang lebih menyukai permainan yang lebih “safe”, mungkin SMA menjadi lebih cocok dibandingkan varian lainnya.
Dan sebaliknya bila Anda menyukai permainan yang lebih beresiko (yang juga berari kemungkinan memperoleh keunutungan akan sama besarnya dengan resiko yang mungkin terjadi) maka XMA akan lebih baik menurut Anda karena lebih responsif dan lebih cepat dalam pemberian sinyal.
Jika Anda seorang penganut “poros tengah”, silakan gunakan WMA.
Yang jelas indikator hanyalah sebuah instrumen, kitalah yang menentukan keputusan berdasarkan petunjuk instrumen tersebut.