Bollinger Bands digunakan untuk mengukur tingkat Volatility (kestabilan pergerakan harga).
Ketika harga cenderung diam bands akan merapat dan ketika harga aktif bands akan melebar.
Bollinger Bands juga berfungsi sebagai Support & Resistance dimana harga cenderung bergerak bolak-balik antara batas atas dan batas bawah (Bollinger Bounce).
Bolinger Bands sangat membantu bila pergerakan harga sideway (konsolidasi).
Dan dapat memberikan signal Breakout.
Bollinger Squeezze dapat digunakan sebagai tanda dimulainya suatu trend baru, yaitu bila bands semakin merapat biasanya menandakan akan terjadi pergerakan yang signifikan.
Bila harga menembus batas bands maka harga akan bergerak berkelanjutan.

Pada beberapa indikator sering dilengkapi dengan poros tengah Bollinger Bands yang dapat juga digunakan sebagai indikasi trend.
Bollinger bands sendiri sebenarnya terdiri atas 3 buah garis yang membentuk semacam sabuk pembatas terhadap pergerakan harga.
Namun dalam penerapannya garis tengah Bollinger Bands seringkali tidak ditampilkan karena memang garis tengah tersebut hanyalah garis Moving Averages biasa.

Bollinger Bands sendiri bentuknya menyerupai sabuk yang menjadi pembatas pergerakan harga.
Dapatkah Anda menemukan sesuatu pada gambar diatas? Ya benar.
Apabila terjadi ketidak seimbangan antara demand dan supply, maka Bollinger Bands akan lebih melebar dibandingkan kondisi seimbang.
Formulasi Matematis
Rumusnya adalah sbb:
dengan :Xi = data ke 1 ; X = rata-rata
Data yang kita gunakan dalam perhitungan ini bukan hanya closed price saja seperti pada SMA biasa.
Pada Bollinger Bands, data yang dipakai adalah gabungan antara high,low dan closinng price.
Ada dua jenis pengambilan data pada middle band yaitu dengan memakai Typical Price dan Weighted Price.
Namun biasanya yang paling sering digunakan adalah typical price.
Jika Bollinger Bands kita gabungkan dengan RSI, demikian hasilnya:
• Bila harga berada diluar upper band atau sama, sementara RSI masih berada dibawah zona overbought, maka ini berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi.
Sebaliknya bila RSI sudah berada diarea overbought dan sedang meninggalkan area overbought, maka ini berarti akan ada pembalikan trend dalam beberapa candle kedepan.
• Bila harga berada diluar lower band atau sama, sementara RSI masih berada dibawah zona oversold, maka ini berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi.
Sebaliknya bila RSI sudah berada diarea oversold dan sedang meninggalkan area oversold, maka ini berarti akan ada pembalikan trend dalam beberapa candle kedepan.

Perhatikan area yang dilingkari dan besar smoothing RSI.
Pada 1.1932, besar smoothing RSI adalah 39.9429 dan harga telah menembus upper band dua kali secara berturut-turut.
Ini mengindikasikan bahwa akan terjadi penerusan trend yang baru saja dimulai.
Dalam kenaikan harga, tercatat beberapa kali juga harga menembus upper band namun RSI belum juga meninggalkan overbought area.
Ini berarti trend masih akan terus terjadi sampai RSI meninggalkan overbought area.

Pada area yang dilingkari smoothing RSI bernilai 31.7379 dan harga telah menembus lower band tiga kali dengan bullish candle.
Dengan demikian diperkirakan akan terjadi pembalikan trend seperti terlihat pada candle berikutnya.
Kenapa dapat memberikan perkiraan bahwa akan terjadi pembalikan trend dari bearish menuju bullish? Itu karena selain indikator action menunjukan harga telah meninggalkan oversold area dan mengarah menuju overbought area.
Dapat disimpulkan dari penggunaan contoh disini, sebenarnya pemaduan Bollinger Bands dengan indikator lainnya dapat dilakukan bila kita memahami penggunaan indikator laintersebut dengan benar.
Penggunaan indikator yang tepat akan menghasilkan keputusan yang saling menguatkan dan menunjang sehingga diperoleh berbagai keuntungan.
Semakin kita memahami penggunaan indikator action maka semakin besar kesempatan kita memanfaatkan Bollinger Bands sebagai volatilitiy indicator.
Pada dasarnya middle band BB adalah indikator Simple Moving Average :
- Middle band berada di bawah harga, maka ini mengindikasikan Bullish trend.
- Middle band berada di atas harag, indikasi Bearish trend.
- Perpotongan antara middle band dan harga, indikasi peralihan trend.

Double bottom buy.
Ini akan terjadi ketika harga menembus lower band dua kali berturut-turut.
Adanya double bottom merupakan indikasi akan terjadi peningkatan harga.
Namun untuk memastikannya, diperlukan konfirmasi harga menembus middle band.
Jika telah menembus middle band, maka bisa diperkirakan akan terjadi uptrend dimana kita harus membuka posisi buy.
Double top sell.
Keadaan dimana harga menembus upper band dan divalidasi dengan penembusan middle band juga.
Ini berarti akan terjadi penurunan harga dimana kita harus membuka posisi sell terlebih dahulu guna memperoleh keuntungan.